Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

4 Pantai di Bali dengan Panorama Menakjubkan, Wajid Dikunjungi Saat Weekend

4 Pantai di Bali dengan Panorama Menakjubkan, Wajid Dikunjungi Saat Weekend

4 Pantai di Bali dengan Panorama Menakjubkan, Wajid Dikunjungi Saat Weekend
4 Pantai di Bali dengan Panorama Menakjubkan, Wajid Dikunjungi Saat Weekend. Foto: baligateway.co.id

Bali sebagai salah satu icon pariwisata Indonesia di kancah dunia memiliki berbagai potensi pariwisata alam yang sangat wajib untuk kamu kunjungi. Diantara pariwisata alam yang ada, pantai menjadi salah satu daya tarik utama Pulau Dewata.

Bali memiliki bentang pantai yang sangat menakjubkan. Hal ini menyebabkan Bali memiliki banyaknya pilihan wisata pantai yang ditawarkan, dari mulai yang sepi dan tersembunyi hingga yang ramai dan mainstream. Tak heran, keindahan dan banyaknya pantai tersebut bisa membuat wisatawan mancanegara gemar berkunjung ke Bali untuk liburan.

Nah jika kamu juga ingin menghabiskan liburan di pantai, Pulau Bali adalah satu-satunya destinasi yang wajib kamu kunjungi. Kamu bisa menikmati pantai dengan tenang, santai, keindahan yang tak didapatkan di pantai-pantai lain.

Jika bingung mau berkunjung kemana, berikut kami rangkum beberapa pantai di Bali yang memiliki panorama sangat cantik dan sangat sayang untuk dilewatkan.

Pantai Kuta

Panorama sunset di Pantai Kuta. Foto: tempatwisata.com

Siapa yang tak kenal dengan Pantai Kuta? Salah satu pantai paling populer di Bali ini memiliki panorama pasir putih yang sangat indah. Debur ombak yang tak terlalu besar sangat cocok untuk wisatawan yang ingin mulai belajar surfing.

Selain itu, Pantai Kuta juga menjadi Spot terbaik untuk menikmati sunset di Bali. Sambil menikmati suasana sunset ditemani oleh keluarga atau teman jadi lebih menyenangkan.

Baca juga: Menikmati Perpaduan Laut dan Sunset di Pantai Ngetun

Pantai Kuta juga memiliki fasilitas sarana dan prasarana yang lengkap sehingga ramah untuk wisatawan. Hotel, restoran, hingga mall semuanya dapat ditemukan dengan jarak yang dekat.  Lokasi nya yang tak jauh dari Bandara Ngurah Rai membuat pantai ini mudah untuk diakses.

Pantai Pandawa

Terdapat patung lima pandawa yang sangat unik. Foto: Instagram.com/kvntli

Jika sedang berkunjung ke daerah selatan Bali, kamu wajib berkunjung ke Pantai Pandawa. Pantai ini sedang populer dikalangan wisatawan domestik karena panorama nya yang sangat indah dan menakjubkan.

Pasir putih yang luas dan bersih jadi salah satu kelebihan pantai ini. Kita juga bisa melihat tebing batu dengan patung lima pandawa yang sangat iconik. Air laut yang sangat biru menjadi perpaduan yang sangat memanjakan mata. Namun, untuk kamu yang suka surfing, pantai ini tidak memiliki ombak yang bagus.

Sebagai gantinya, kamu bisa bermain kano dan berenang dengan lebih nyaman karena air laut yang cenderung tenang. Akses untuk menuju pantai dari Bandara Ngurah Rai sedikit berliku dan akan menemui beberapa titik kemacetan. Setidaknya, butuh waktu satu jam perjalanan untuk sampai disana.

Pantai Jimbaran

Makan malam di pantai Jimbaran lebih asik dengan panorama yang sangat indah. Foto: watersportbali.com

Jika kamu ingin bersantai dengan teman dan keluarga, Pantai Jimbaran adalah salah satu yang terbaik. Pantai jimbaran sangat cocok untuk wisatawan domestic yang sedang berlibur bersama keluarga karena menawarkan wisata kuliner unik.

Baca juga: Merasakan Sensasi Ombak di Pantai Balangan

Kamu bisa menikmati hidangan seafood bakar di pinggir pantai bersama keluarga, pacar, atau teman sambil menikmati panorama sunset yang sangat indah.

Ada berbagai opsi akses untuk menuju Pantai Jimbaran karena luas pantainya yang hampir 2 kilometer. Jaraknya pun tak jauh dari Bandara Ngurah Rai. Kamu hanya perlu menempuh jarak 7 kilometer atau sekitar 15 menit perjalanan untuk sampai ke Pantai Jimbaran.

Pantai Tanah Lot

Pura diatas tebing jadi salah satu keunikan Pantai Tanah Lot. Foto: Harry Kessel

Selain Pantai Kuta, Pantai Tanah Lot adalah salah satu pantai yang juga sangat populer. Pantai ini akan sangat ramai oleh pengunjung baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Pantai ini memiliki keindahan panorama yang unik yaitu pura tengah laut yang sangat indah saat sore hari. Saat matahari mulai terbenam, siluet pura dan tebing yang terlihat dari pantai akan sangat memanjakan mata.

Saat laut mulai pasang, lokasi tebing pura Tanah Lot akan terlihat seperti berada di tengah lautan. Pura-pura tersebut tepat menghadap ke lautan Samudera Hindia. Salah satu keindahan Pantai Tanah Lot adalah paronama sunsetnya yang sangat menakjubkan. Jadi waktu terbaik untuk mengunjungi pantai ini adalah sore hari.

Pantai Tanah Lot bedara di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan. Adapun akses untuk menuju Pantai Tanah Lot memerlukan waktu sekitar 1 jam jika ditempuh dari Pantai Kuta atau sekitar 23 kilometer perjalanan.


Agama Itu Memudahkan

Agama Itu Memudahkan

Agama Itu Memudahkan
Agama itu memudahkan dan tidak akan mempersulit. Foto: Pixabay.com 

Kehadiran Islam Adalah Untuk Mempermudah, Bukan Mempersulit “Sesungguhnya agama itu mudah, dan tidaklah seseorang bersikap keras (mempersulit) dalam agama kecuali ia akan dikalahkan (semakin kesulitan). Maka berlaku luruslah, mendekatlah (kepada kebenaran), berilah kabar gembira dan minta tolonglah (kepada Allah) di waktu awal pagi, awal sore dan sesuatu di awal malam.” (Shahih Al-Bukhari: 39 dan An-Nasa`i: 5034).

Ajaran Islam sangatlah komprehensif. Tidak ada ajaran yang lebih sempurna melainkan Islam. Dan ajaran Nabi-Nabi terdahulu, sebelum Nabi Muhammad SAW sampai sekarang telah di manipulasi oleh sebagian kelompok manusia untuk kepentingannya. Sehingga kebanyakan perjanjian antara nabi dan manusia dahulu-pun tidak orisinil.

Kedatangan Islam adalah sebagai agama penyempurna dari ajaran Para Nabi dan Rasul terdahulu melalui lisan Nabi Muhammad SAW agar para manusia masuk dan memiliki pandangan dalam menjalankan dan menyikapi kehidupan di dunia sehingga kehidupannya telah masuk dalam bimbingan Allah SWT. Yakni melalui Al-Qur’an dan As-sunnah yang telah orisinil.

Banyak sekali ayat Al-Qur’an dan As-sunnah yang menjelaskan tentang kebahagiaan atau ganjaran atau pahala atau korelasi orang yang berbuat kebaikan sangatlah banyak dan yang akan dijadikan motivasi bagi seseorang agar bersemangat dalam berbuat kebaikan.

Seyogyanya bagi kaum muslimin agar selalu bergairah dan berlomba-lomba dalam menjalankan kebaikan agar ia mendapatkan pahala yang setimpal dengan apa yang ia perbuat. Karena pada dasarnya sifat manusia adalah mengharap sesuatu, yang sesuatu itu bisa berupa kerelaan Alllah atau pahala. Dari hal yang terkecil-pun pahala dapat diraih.


Kesungguhan dalam menjalankan ibadah bukanlah tolok ukur dari sebuah pahala yang Allah berikan kepada seorang hamba. Bisa jadi ia memperbanyak ibadah digunakan untuk menutupi ibadah yang dirasa kurang khusuk. Maka hemat kami dalam menjalankan ibadah seperti ini kuranglah baik, sebab yang lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah adalah ibadah yang sedikit tapi ia terus-menerus dilakukan. Hal seperti ini senada dengan perkataan Nabi SAW

“اَØ­َبُّ عَÙ…َÙ„ِ اِليَ اللَّÙ‡ِ اَدْÙˆَامُهاَ Ùˆَ اِÙ†ْقاَÙ„َ”

Kecil, sedikit akan tetapi istiqomah adalah tolok ukur bagaimana amalan-amalan ibadah kita di terima dan di setujui oleh Allah. Bagaimana tidak, orang yang mengajak kebaikan saja diberi pahala 10 kebaikan, apalagi yang diajak tadi mau dan melakukannya, maka yang mengajak akan mendapatkan 2 kali lipat dari pahala yang diajak.

Setidaknya dengan adanya pahala maka seorang yang beriman kepada Allah maka ia akan termotivasi untuk menjadi lebih baik lagi dan mampu memperhatikan bagaimana ia akan kembali kepada Allah.

Apakah ia kembali kepadaNya dengan membawa catatan amalan perbuatan dan diterimanya dari tangan kanan atau tangan kiri? atau ia tidak akan membawa apa-apa karena semasa hidupnya ia tidak tau dan tidak mau tau bagaimana ia menjalankan aktivitas hidup di dunia ini.

Dalam hal ini hidupnya adalah semaunya. Setiap aktivitas yang kita lakukan jika diniatkan untuk beriadah kepada Allah akan menjadi pahala, sebab kita berbuat sesuatu karna Allah. Adapun jika kita masih mengharap materi, maka yang kita dapatkan adalah keringat yang tidak ada keberkahan dari Allah serta yang didapat akan cepat habis pula.

Amalan kecil ini yang apabila di jalankan secara konsisten akan mengalahkan timbangan al mizan Timbangan al mizan adalah timbangan amal perbuatan kita selama hidup di duia. Dan siapa sangka bahwa seseorang akan selamat di akhirat itu di sebabkan oleh amalan-amalan kecilnya? bukan amalan-amalan besarnya?.

Padahal secara logika atau rasionalnya akal, hal semacam ini akan bertentangan dikarenakan yang ada tidak sesuai dengan kenyataan. Dan yang harus kita fahami, bagi seorang yang beriman kewahyuan yang berupa ajaran Islam tidaklah semua yang ada di dalamnya dapat di rasionalkan menggunakan akal, sebab akal tidak akan bisa menembus sesuatu yang Allah tetapkan tidak bisa ditembus.

Akan tetapi dengan menggukan keimanan yang merupakan identitas orang beriman. Disebutkan di dalam hadis Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah ia berkata :

“Dua kalimat yang ringan dilisan, namun berat di timbangan, dan disukai oleh Ar-Rahman(Allah SWT) adalah subhanallah wabihamdihi, subhanallah hil adhim”.

Hanya bermodal 2 kalimat ini, yakni subhanallah wabihamdihi, subhanallah hil adhim yang apabila setelah sholat fardhu kita membacanya dikala berdzikir kepada Allah dengan bacaan minimal 10 kali, sedangkan sholat fardhu tersendiri berjumlah 5 kali, maka dapat diambil hitungan 50 kali kita telah mengalahkan timbangan al-mizan di hari pertanggung jawaban kelak.


Ditambah lagi jika kita menganggur atau di jam kosong atau tatkala setelah sholat sunah kita selalu membacanya, maka berapakah kebaikan yang kita dapatkan dalam satu hari ini? dan semuanya itu berawal dari hal-hal terkecil seperti 2 kalimat ini.

Semua dimulai dari yang terkecil. Tindakan seorang dalam proses menuju kebaikan adalah dari yang termudah atau dari yang terkecil. Dari yang terkecil akan menimbulkan dampak yang sangat besar bagi seorang yang berproses dalam kebaikan. Dari yang terkecil pula akan menimbulkan kecintaan yang dapat mengalahkan amalan atau perbuatan-perbuatan yang lebih besar. Sehingga seorang akan termotivasi dan akan tetap di jalan yang baik.

Sebuah contoh misalnya, apabila seorang yang kita dakwahkan untuk melakukan perbuatan yang besar dengan ganjaran yang besar pula, tidak menutup kemungkinan dia di pertengahan jalan akan loyo. Sedangkan jika kita dakwahkan dengan melakukan amalan kecil tapi istiqomah, maka pelakunya akan merasa senang dari apa yang kita dakwahkan.

Tatkala kita sudah mendapatkan hati pelaku dakwah atau audien, maka tahap selanjutnya adalah bagaimana pelaku dakwah bisa melakukan amalan-amalan yang berbobot dan pahalanya juga besar. Menurut hemat kami, yakni dengan mengkolaborasikan amalan kecil dan amalan besar dalam berdakwah.

Sebagai contoh adalah; sebuah masjid mengadakaan kajian di pagi hari setelah sholat subuh sembari menunggu matahari terbit dan di siapkan makan-makan agar audien terpacu untuk berangkat sholat subuh sekaligus mendapatkan pahala seperti ia melaksanakan haji secara sempurna.

Hal semacam ini lah yang seharusnya dilakukan para da’i agar audien bisa mendapatkan amalan-amalan berbobot dengan pahala besar dan juga ia mendapatkan amalan kecil dengan ganjaran yang besar pula, yakni seperti halnya melaksanakan haji.

Penulis : Muhammad Haris Nurdiansyah

Sejarah Candi Borobudur hingga Bagaimana Proses Pembangunannya

Sejarah Candi Borobudur hingga Bagaimana Proses Pembangunannya

Sejarah Candi Borobudur
Candi Borobudur pada tahun 1918 setelah direstorasi oleh Theodor van Erp atas persetujuan pemerintah Hindia-Belanda. Foto: Leiden University Libraries

Candi Borobudur adalah sebuah keajaiban arsitektur dan warisan budaya yang menjadi salah satu daya tarik utama di Indonesia. Terletak di Jawa Tengah, sekitar 40 kilometer sebelah barat laut Yogyakarta, candi ini adalah salah satu candi Buddha terbesar di dunia dan telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 1991. Candi Borobudur menjadi bukti nyata kemegahan dan keagungan peradaban masa lalu.

Sejarah Candi Borobudur dimulai pada abad ke-8 saat Dinasti Syailendra memerintah di wilayah Jawa Tengah. Candi ini dibangun antara tahun 750 dan 842 Masehi oleh Raja Samaratungga dari Dinasti Syailendra. Tujuan utama pembangunan candi ini adalah sebagai tempat peribadatan Buddha Mahayana dan juga sebagai pusat pendidikan.

Candi Borobudur memiliki struktur yang mengesankan dengan total 504 arca Buddha dan hampir 2.800 panel relief yang menghiasi dindingnya. Candi ini terdiri dari sembilan tingkat yang terdiri dari tiga platform berbentuk persegi dengan stupa besar di puncaknya. Setiap tingkatan mewakili tahapan perjalanan menuju pencerahan menurut ajaran Buddha. Dinding candi dipenuhi dengan panel relief yang menggambarkan cerita-cerita dari kitab-kitab suci agama Buddha, termasuk Jataka dan Ramayana.

Keunikan Candi Borobudur tidak hanya terletak pada struktur fisiknya yang luar biasa, tetapi juga pada simbolisme dan filosofi yang terkandung di dalamnya. Candi ini dirancang sebagai suatu mandala, sebuah representasi visual dari alam semesta dalam agama Buddha. Mandala ini menggambarkan perjalanan spiritual menuju pencerahan dengan mengikuti jalur melingkar dari tingkatan bawah ke puncak candi.

Namun, seiring berjalannya waktu, Candi Borobudur mengalami masa kelam. Pada abad ke-14, ketika Kerajaan Majapahit mulai kehilangan pengaruhnya, candi ini ditinggalkan dan tertutup oleh abu vulkanik dari letusan Gunung Merapi. Candi Borobudur terlupakan selama beberapa abad hingga ditemukan kembali pada awal abad ke-19 oleh Sir Thomas Stamford Raffles, seorang Gubernur-Jenderal Inggris di Hindia Belanda.

Sejak saat itu, Candi Borobudur telah mengalami berbagai upaya restorasi dan pemugaran untuk memulihkan kejayaannya.

Sejarah Pembangunan Candi Borobudur

Candi Borobudur adalah salah satu keajaiban dunia yang menjadi pusat perhatian dunia dalam hal seni, arsitektur, dan keagamaan. Candi ini terletak di Jawa Tengah, Indonesia, dan dianggap sebagai salah satu candi Buddha terbesar di dunia. Dibangun pada abad ke-8 oleh Dinasti Syailendra, Candi Borobudur telah menjadi bukti kejayaan peradaban masa lalu dan menjadi salah satu situs warisan dunia yang diakui oleh UNESCO.

Pembangunan Candi Borobudur dilakukan oleh Raja Samaratungga, seorang penguasa yang berkuasa di Jawa Tengah pada masa itu. Diperkirakan pembangunan candi ini dimulai pada sekitar tahun 750 Masehi dan selesai pada sekitar tahun 842 Masehi. Dalam proses pembangunannya, ribuan pekerja terlibat dan batu-batu besar dipahat dan diatur dengan cermat untuk membentuk struktur yang luar biasa ini.

Candi Borobudur awalnya dirancang sebagai tempat peribadatan Buddha Mahayana dan juga sebagai pusat pendidikan agama. Tujuannya adalah untuk memperingati ajaran Buddha dan mendorong praktik spiritual di antara para pengikutnya. Selain itu, candi ini juga berfungsi sebagai pusat pelajaran tentang filsafat dan ajaran Buddha.

Dalam proses pembangunannya, ribuan batu vulkanik dikerahkan dari daerah sekitar untuk membentuk struktur yang monumental. Dalam total, terdapat sekitar 55.000 meter kubik batu yang digunakan dalam konstruksi Candi Borobudur. Batu-batu ini kemudian dipahat dengan indah dan dihiasi dengan relief yang menggambarkan ajaran Buddha dan berbagai kisah dari kitab-kitab suci agama Buddha.

Namun, sejarah Candi Borobudur juga mencatat masa kelam di mana candi ini mengalami penurunan. Pada abad ke-14, ketika Kerajaan Majapahit mengalami kemunduran, candi ini ditinggalkan dan terlupakan selama beberapa abad. Selain itu, letusan Gunung Merapi pada abad ke-10 menyebabkan candi ini tertutup oleh abu vulkanik yang menguburnya di bawah lapisan tanah.

Candi Borobudur baru ditemukan kembali pada tahun 1814 oleh Sir Thomas Stamford Raffles, seorang Gubernur-Jenderal Inggris di Hindia Belanda. Setelah penemuan tersebut, langkah-langkah restorasi dan pemugaran dilakukan untuk mengembalikan keagungan Candi Borobudur. Proses restorasi yang panjang dimulai pada tahun 1907 dan berlanjut selama beberapa dekade.

Pada tahun 1985, Candi Borobudur diakui oleh UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia, menghargai keindahan seni, arsitektur, dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Saat ini, candi ini menjadi tujuan wisata yang populer 

Harga Tiket masuk Candi Borobudur

Untuk mengunjungi Candi Borobudur, pengunjung biasanya perlu membeli tiket masuk. Harga tiket masuk candi ini dapat berbeda untuk warga negara Indonesia dan wisatawan asing. Tarif tiket masuk sering kali berbeda pula antara wisatawan domestik dan mancanegara. Selain itu, ada juga harga tiket yang berbeda untuk mengakses area candi pada waktu-waktu tertentu, seperti sunrise atau sunset.

Untuk mendapatkan informasi terkini tentang harga tiket masuk Candi Borobudur, disarankan untuk mengunjungi situs resmi atau menghubungi pihak pengelola candi, seperti Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko. Pihak pengelola akan memberikan informasi yang paling akurat tentang harga tiket masuk terbaru, paket wisata, serta fasilitas yang tersedia di area candi.

Selain itu, pastikan juga untuk memperhatikan aturan dan kebijakan yang berlaku di Candi Borobudur. Misalnya, pengunjung mungkin diharuskan mematuhi dress code, tidak boleh merokok di area candi, serta menjaga kebersihan dan kelestarian situs sejarah ini.

Demi keamanan dan kenyamanan Anda saat mengunjungi Candi Borobudur, disarankan untuk merencanakan kunjungan dengan baik, termasuk memeriksa jadwal operasional dan membeli tiket dengan waktu yang tepat. Selain itu, bisa juga mempertimbangkan untuk menggunakan jasa pemandu wisata yang akan memberikan penjelasan mendalam tentang sejarah dan keindahan Candi Borobudur.

Sebagai situs warisan dunia yang berharga, Candi Borobudur menawarkan pengalaman spiritual, sejarah, dan keindahan seni yang tak terlupakan bagi setiap pengunjungnya.



Sejarah Menarik Angklung: Bagaimana Angklung Menjadi Alat Musik Tradisional Indonesia

Sejarah Menarik Angklung: Bagaimana Angklung Menjadi Alat Musik Tradisional Indonesia

 

Sejarah Menarik Angklung: Bagaimana Angklung Menjadi Alat Musik Tradisional Indonesia
Pengamen angklung jalanan terlihat sangat pandai memainkan alat musik tradisional ini. Foto: @dafiedev 

Angklung adalah alat musik tradisional Indonesia yang terbuat dari bambu. Alat musik ini terkenal dengan suara yang unik dan dapat dimainkan oleh beberapa orang sekaligus.

Angklung berasal dari daerah Sunda, Jawa Barat. Orkestra angklung pertama dibentuk pada awal abad ke-20 oleh Jaap Kunst. Angklung telah digunakan dalam sejumlah film populer Indonesia, seperti The Forbidden Door karya Joko Anwar dan Leaf on a Pillow karya Riri Riza. Pada artikel ini, kita akan membahas sejarah angklung, bagaimana angklung menjadi alat musik tradisional Indonesia, dan evolusinya dari tahun ke tahun.

Sejarah Angklung

Alat musik ini digunakan oleh masyarakat Sunda sejak zaman Kerajaan Pajajaran pada abad ke-14. Pada awalnya, angklung hanya digunakan untuk kegiatan keagamaan dan upacara adat.

Namun, seiring perkembangan waktu, angklung mulai digunakan dalam berbagai kesempatan seperti pertunjukan seni dan hiburan. Bahkan pada tahun 1938, Angklung diakui sebagai alat musik nasional Indonesia oleh Presiden Soekarno.

Selain di Jawa Barat, Angklung juga banyak dimainkan di daerah-daerah lain di Indonesia seperti Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Selain itu, Angklung juga sering digunakan dalam acara-acara internasional untuk mempromosikan budaya Indonesia ke seluruh dunia.

Saat ini, Angklung telah menjadi salah satu aset budaya Indonesia yang terkenal di seluruh dunia. Bahkan, UNESCO pada tahun 2010 mengakui Angklung sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya Angklung bagi bangsa Indonesia dan dunia internasional.

Dalam perkembangan terbarunya, Angklung juga telah dikembangkan menjadi berbagai jenis, mulai dari Angklung gubrag, Angklung caruk, hingga Angklung gender. Hal ini menunjukkan betapa kaya dan beragamnya budaya Indonesia yang terus berkembang dari masa ke masa.

Dengan demikian, Angklung bukan hanya alat musik tradisional, namun juga menjadi bagian dari sejarah dan budaya Indonesia yang perlu dilestarikan dan dijaga keberlangsungannya.

Evolusi Angklung

Seiring dengan perkembangan zaman, Angklung mengalami evolusi yang menghasilkan berbagai jenis dan variasi dari alat musik ini.

Evolusi Angklung dimulai pada awal abad ke-20. Pada saat itu, Angklung mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia di luar Jawa Barat. Beberapa daerah di Indonesia yang awalnya tidak mengenal Angklung, mulai tertarik untuk mempelajarinya dan mengembangkannya.

Pada tahun 1920-an, seorang guru musik bernama Daeng Soetigna mulai mengembangkan Angklung di Bandung, Jawa Barat. Ia membuat variasi baru dari Angklung dengan menambahkan beberapa bilah bambu yang lebih kecil pada setiap bilah utama. Hal ini menghasilkan suara yang lebih kompleks dan harmonis.

Kemudian pada tahun 1930-an, Daeng Soetigna memperkenalkan Angklung ke seluruh Indonesia melalui pertunjukan-pertunjukan musik. Ia juga memperkenalkan teknik baca not pada Angklung, sehingga Angklung dapat dimainkan dalam ensemble musik yang lebih kompleks.

Pada tahun 1960-an, Angklung mulai dikenal di luar negeri. Banyak musisi dan seniman dari berbagai negara datang ke Indonesia untuk mempelajari Angklung dan memainkannya dalam karya seni mereka. Selain itu, Angklung juga mulai diproduksi secara massal untuk dijual sebagai oleh-oleh kepada turis yang berkunjung ke Indonesia.

Dalam perkembangan terbarunya, Angklung juga telah mengalami variasi dan modifikasi sesuai dengan kebutuhan dan tren musik saat ini. Beberapa jenis Angklung yang populer saat ini adalah Angklung caruk, Angklung gender, dan Angklung gubrag.

Angklung caruk adalah variasi Angklung yang dimainkan dengan cara dipukul. Angklung gender adalah Angklung yang dimainkan oleh wanita dengan menggunakan jari-jari mereka. Sedangkan Angklung gubrag adalah variasi Angklung yang lebih besar dan berat, dimainkan oleh sekelompok orang.

Dalam kesimpulannya, evolusi Angklung telah menghasilkan berbagai jenis dan variasi dari alat musik tradisional Indonesia yang kaya dan unik ini. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga dan melestarikan budaya dan tradisi Indonesia agar dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari dunia internasional.

Sumber Bunyi Angklung

Alat musik ini terdiri dari serangkaian tabung bambu yang berbeda ukuran, diatur sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan bunyi yang berbeda ketika ditiup atau digoyangkan. Angklung dianggap sebagai salah satu alat musik yang paling unik dan menarik di dunia karena kemampuannya untuk menghasilkan harmoni yang indah meskipun hanya dimainkan oleh satu orang saja.

Sumber bunyi angklung berasal dari tabung bambu yang digunakan sebagai bagian dari alat musik. Tabung bambu memiliki berbagai ukuran, mulai dari yang kecil hingga besar, dan setiap ukuran menghasilkan suara yang berbeda-beda. Ketika dimainkan, angklung menghasilkan bunyi yang bersifat ritmis dan melodis. Bunyi yang dihasilkan sangat khas dan mudah diingat, sehingga membuat angklung sangat terkenal di kalangan masyarakat Indonesia.

Selain dari tabung bambu, sumber bunyi angklung juga berasal dari gawai atau alat pemukul yang digunakan untuk memainkannya. Pada umumnya, alat pemukul ini terbuat dari kayu atau logam dan memiliki bentuk yang berbeda-beda sesuai dengan ukuran tabung bambu yang dimainkan. Ketika pemukul memukul tabung bambu, maka akan menghasilkan suara yang berbeda-beda, tergantung dari ukuran dan ketebalan tabung bambu yang dipukul.

Selain itu, sumber bunyi angklung juga berasal dari gerakan tangan pemainnya. Pemain angklung akan menggoyangkan alat musik ini dengan cara memutar tangan, sehingga tabung bambu akan bergetar dan menghasilkan bunyi yang unik. Gerakan tangan pemain ini sangat penting untuk menghasilkan bunyi yang tepat dan harmonis, sehingga memerlukan keahlian dan latihan yang intensif.

Terakhir, sumber bunyi angklung juga berasal dari keterampilan pemain dalam memainkan alat musik ini. Pemain angklung harus memiliki kepekaan terhadap nada dan ritme, serta mampu memadukan semua unsur yang ada sehingga menghasilkan bunyi yang harmonis dan indah. Oleh karena itu, memainkan angklung bukanlah perkara mudah dan memerlukan latihan yang intensif untuk menguasainya.

Dalam kesimpulan, sumber bunyi angklung berasal dari tabung bambu, alat pemukul, gerakan tangan pemain, dan keterampilan pemain dalam memainkannya. Semua unsur tersebut harus dipadukan dengan baik agar menghasilkan bunyi yang harmonis dan indah. Angklung merupakan alat musik yang sangat khas dan unik, serta menjadi simbol kebudayaan Indonesia yang sangat dihargai oleh masyarakat Indonesia dan dunia internasional.

Cara Memainkan Alat Musik Angklung

Angklung merupakan salah satu alat musik tradisional Indonesia yang terbuat dari bambu. Alat musik ini memiliki suara yang khas dan unik serta sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia. Meskipun terlihat sederhana, memainkan angklung memerlukan keterampilan dan teknik yang tepat agar dapat menghasilkan bunyi yang harmonis dan indah. Berikut ini adalah cara memainkan angklung yang benar.

1. Mengenali nada

Pertama-tama, penting bagi pemain angklung untuk mengenali nada yang dihasilkan oleh setiap tabung bambu. Hal ini dapat dilakukan dengan menggoyangkan setiap tabung bambu secara bergantian dan mendengarkan suara yang dihasilkan. Sebagai pemula, dapat dimulai dengan mengenal nada dasar seperti Do, Re, Mi, Fa, Sol, La, dan Si.

2. Menentukan nada

Setelah mengenali nada, pemain angklung harus dapat menentukan nada yang akan dimainkan sesuai dengan lagu atau musik yang dimainkan. Pemilihan nada harus dilakukan dengan cepat dan tepat agar tidak mengganggu ritme musik yang sedang dimainkan.

3. Gerakan tangan

Gerakan tangan pemain angklung sangat penting dalam menghasilkan bunyi yang tepat dan harmonis. Gerakan tangan yang tepat dapat membuat tabung bambu bergetar dengan sempurna sehingga menghasilkan suara yang tepat. Pemain angklung harus memutar tangan dengan lembut namun cepat, sehingga membuat tabung bambu bergetar dan menghasilkan suara yang diinginkan.

4. Posisi angklung

Posisi angklung juga sangat penting dalam memainkan alat musik ini. Pemain angklung harus memegang angklung dengan tangan kanan dan tangan kiri dengan posisi yang nyaman dan stabil. Tabung bambu yang akan dimainkan harus dipegang dengan tangan kiri sedangkan tangan kanan digunakan untuk memukul atau menggoyangkan alat pemukul.

5. Timing

Timing juga sangat penting dalam memainkan angklung. Pemain harus memainkan tabung bambu pada waktu yang tepat dan pada nada yang benar. Ketepatan waktu sangat penting untuk menjaga ritme musik agar tetap harmonis dan indah.

6. Latihan

Seperti halnya memainkan alat musik lainnya, memainkan angklung juga memerlukan latihan yang intensif agar dapat menguasai teknik dan keterampilannya dengan baik. Pemain angklung harus berlatih secara rutin untuk mengasah kemampuan dan keterampilannya dalam memainkan alat musik ini.

Dalam kesimpulan, memainkan angklung memerlukan teknik dan keterampilan yang tepat agar dapat menghasilkan bunyi yang harmonis dan indah. Pemain angklung harus mengenali nada, menentukan nada, memperhatikan gerakan tangan, posisi angklung, timing, serta melakukan latihan secara rutin agar dapat menguasai alat musik ini dengan baik.

 Mengenal Asal-Usul Istilah Ngabuburit di Indonesia

Mengenal Asal-Usul Istilah Ngabuburit di Indonesia

Sejarah ngabuburit
Ngabuburit punya sejarah panjang di Indonesia. Foto: Antara

Kira-kira, sejak kapan kita mulai memakai istilah ngabuburit? Apakah ngabuburit merpakan istilah asli atau serapan? Lalu, bagaimana sejarahnya?

Ngabuburit merupakan salah satu tradisi yang sangat melekat pada bulan Ramadan di Indonesia. Ngabuburit bahkan sudah menjadi kekayaan tradisi Indonesia yang selalu ditunggu banyak umat Islam. Nah pada artikel kali ini, kita akan coba mengenal lebih dalam apa itu ngabuburit serta bagaimana sejarahnya di Indonesia.

Apa Itu Ngabuburit?

Secara umum, ngabuburit merupakan istilah dari aktivitas-aktivitas yang dilakukan saat menunggu berbuka puasa. Ngabuburit banyak dilakukan untuk membunuh waktu berpuasa agar lebih tidak terasa.

Asal-Usul Ngabuburit

Nyatanya, ngabuburit merupakan kata serapan yang diambil dari bahasa Sunda. Jadi ngabuburit bukan istilah yang datang dari bahasa Indonesia itu sendiri.

Menurut Kamus Bahasa Sunda yang dipublikasikan oleh Lembaga Bahasa dan Sastra Sunda (LBSS), ngabuburit secara harfiah diambil dari kalimat “ngalantung ngadagoan burit” yang berarti bersantai-santai sambil menunggu waktu sore tiba.

Kata dasarnya diambil dari bahasa sunda yaitu “burit” yang berarti sore hari. Hal ini tentu sangat sesuai mengingat ngabuburit merupakan kegiatan yang hanya dilakukan pada sore hari di bulan ramadan.

Istilah ngabuburit kemudian menjadi semakin populer dan digunakan oleh banyak daerah lain. Namun tetap ada beberapa daerah yang memiliki istilahnya sendiri dalam memaknai ngabuburti. Salah satunya adalah “malengah puaso” dari Minang yang berarti melakukan aktivitas untuk menghilangkan rasa haus dan lapar akibat berpuasa.

Ngabuburit Sebagai Salah Satu Tradisi

Di Indonesia, ngabuburit dilakukan dengan berbagai macam kegiatan khas yang cenderung hanya ada saat bulan Ramadan saja. Kegiatan-kegiatan itu seperti pengajian, mencari takjil di pasar kaget Ramadan, ataupun nongkrong di beberapa tempat iconik di kota masing-masing.

Namun, perkembangan tradisi juga ikut menggeser kegiatan-kegiatan ngabuburit yang dilakukan. Saat ini, ada berbagai macam kegiatan yang lebih modern yang bisa dilakukan saat ngabuburit seperti bermain game, nonton film, serta banyak hal lain yang tentunya lebih asik.

Sejarah Ngabuburit

Sebenarnya, tak ada catatan spesifik yang mengatakan kapan munculnya kegiatan ngabuburit di Indonesia. Hanya saja, ngabuburit diyakini sudah ada sejak puluhan tahun silam.

Sejumlah catatan kecil yang mendokumentasikan ngabuburit, di antaranya keterangan bahwa masyarakat Bandung, Jawa Barat, sudah terbiasa ngabuburit di kawasan Alun-alun Bandung sejak dekade 1950-an.

Hal itu tercatat pada kajian Tradisi Keagamaan Masyarakat Kota Bandung di Bulan Ramadan Tahun 1990-2000 karya M Fajar, Sulasman, Usman Supendi dari Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung yang terbit di jurnal Historia Madania Volume 2 Nomor 2 tahun 2018.


 Konsep Kepemimpinan: Teori & Syarat

Konsep Kepemimpinan: Teori & Syarat

Konsep Kepemimpinan

Pemimpin merupakan seorang yang memimpin bawahannya di dalam ruang lingkup organisasi, lembaga atau komunitas. Sedangkan kepemimpinan adalah cara atau konsepsi atau strategi yang dilakukan seorang pemimpin dalam mengendalikan sebuah organisasi, lembaga atau komunitas.

Akan tetapi sangat sedikit dan minim sekali pengetahuan yang ada di lapangan, yang menegaskan bahwa pemimpin hanya menjalankan rutinitas kegiatan atau agenda yang di lakukan melalui sebuah rapat kerja sehingga hanya monoton saja.

Maka dalam tulisan ini saya akan memberikan sedikit dari pada konsep-konsep kepemimpinan agar menjadi pemimpin dan juga mempunyai kredibilitas yang di milikinya. Sehingga pemimpin bisa menjadikan organisasi, lembaga atau komunitas menjadi baik secara efisien dan efektif.

Pemimpin dapat mempengaruhi orang lain. Secara sehat dikatakan bahwa pemimpin dapat mempengaruhi jajaran di bawahannya. Sehingga ia mempunyai karismatik tersendiri dan mempunyai sifat yang berbeda dengan yang lain. Maka ia akan mempengaruhi orang lain, termasuk jajaran bawahannya.

Menjadi pemimpin juga bukan berarti ia menunjukkan eksistensi dirinya sehingga ia mampu memimpin. Akan tetapi dikarenakan ia mempunyai kapabilitas lebih maka ia dijadikan pemimpin yang mampu dan bisa menggerakkan suatu organisasi, lembaga atau komunitas yang dimilikinya.

Kuisioner Pemimpin

Dalam buku manajemen organisasi karya H. Muhammad Rifa’i, M.Pd. Muhammad Fadhli, M.Pd telah dikupas detail bagaimana dan apa saja yang di lakukan ketika berorganisasi. Sebelum pembahasan lebih mendalam, kami sampaikan bahwa seorang pemimpin hendaknya mempunyai :

1. Kapasitas; intelegensia, kehati-hatian, kemampuan berbicara, keaslian, pertimbangan,

2. Prestasi; pendidikan, pengetahuan, prestasi olah raga,

3. Tanggung jawab; ketergantungan, inisiatif, ketekunan, agresifitas, percaya diri, hasrat untuk kesempurnaan,

4. Partisipasi; aktivitas, kesosialan, kooperatif, menyesuaikan diri, homoris, dan

5. Strata; sosial ekonomi, ketenaran/ popularitas.

Dengan memahami kuesioner di atas, maka untuk mengemban sebuah amanah bagi pemimpin dalam organisasi, lembaga atau komunitas dapat dikatakan sebuah organisasi, lembaga dan komunitas tadi menjadi produktif dan progresif.

Teori Kepemimpinan untuk Menjadi Produktif dan Progresif

Seorang pemimpin akan memimpin organisasi, lembaga dan komunitasnya jika pemimpin tadi mengetahui polanya. Untuk mengetahuinya, setidaknya pemimpin belajar mengenai teori kepemimpinan. Di antara teori kepemimpinan itu adalah :

1. Kepemimpinan situasional.

Model kepemimpinan situasional merupakan pengembangan model watak kepemimpinan dengan fokus utama faktor situasi sebagai variabel penentu kemampuan kepemimpinan. Studistudi tentang kepemimpinan situasional mencoba mengidentifikasi karakteristik situasi atau keadaan sebagai faktor penentu utama yang membuat seorang pemimpin berhasil melaksanakan

tugas-tugas organisasi secara efektif dan efisien. Dan juga model ini membahas aspek kepemimpinan lebih berdasarkan fungsinya, bukan lagi hanya berdasarkan watak kepribadian pemimpin.

2. Pemimpin yang efektif

Model kajian kepemimpinan ini memberikan informasi tentang tipe-tipe tingkah laku (types of behaviours) para pemimpin yang efektif. Tingkah laku para pemimpin dapat dikatagorikan menjadi dua dimensi, yaitu struktur kelembagaan (initiating structure) dan konsiderasi (consideration).

Dimensi struktur kelembagaan menggambarkan sampai sejauh mana para pemimpin mendefinisikan dan menyusun interaksi kelompok dalam rangka pencapaian tujuan organisasi serta sampai sejauh mana para pemimpin mengorganisasikan kegiatan-kegiatan kelompok mereka. Dimensi ini dikaitkan dengan usaha para pemimpin mencapai tujuan organisasi.

Dimensi konsiderasi menggambarkan sampai sejauh mana tingkat hubungan

kerja antara pemimpin dan bawahannya, dan sampai sejauh mana pemimpin memperhatikan kebutuhan sosial dan emosi bagi bawahan seperti misalnya kebutuhan akan pengakuan, kepuasan kerja dan penghargaan yang mempengaruhi kinerja mereka dalam organisasi.

3. Pemimpin yang kontingensi

Studi kepemimpinan jenis ini memfokuskan perhatiannya pada kecocokan antara karakteristik watak pribadi pemimpin, tingkah lakunya dan variabel-variabel situasional.

Disebut sebagai model kontingensi karena model tersebut beranggapan bahwa

kontribusi pemimpin terhadap efektifitas kinerja kelompok tergantung pada cara atau gaya kepemimpinan (leadership style) dan kesesuaian situasi (the favourableness of the situation) yang dihadapinya.

Ada tiga faktor yang dijadikan tolak ukur dalam model kepemimpinan ini, yakni : hubungan antara pemimpin dan bawahan (leader-member relations), struktur tugas (the task structure) dan kekuatan posisi (position power).

4. Kepemimpinan Transformasional

Model kepemimpinan transformasional merupakan model yang relatif baru dalam studi-studi kepemimpinan. Kepemimpinan transaksional didasarkan pada otoritas birokrasi dan legitimasi di dalam organisasi. Pemimpin transaksional pada hakekatnya menekankan bahwa seorang pemimpin perlu menentukan apa yang perlu dilakukan para bawahannya untuk mencapai tujuan organisasi.

Disamping itu, pemimpin transaksional cenderung memfokuskan diri pada penyelesaian tugas-tugas organisasi. Untuk memotivasi agar bawahan melakukan tanggungjawab mereka, para pemimpin transaksional sangat mengandalkan pada sistem pemberian penghargaan dan hukuman kepada bawahannya.

Model kepemimpinan Transformasional Pada Hakekatnya Menekankan Seseorang

pemimpin perlu memotivasi para bawahannya untuk melakukan tanggungjawab mereka lebih dari yang mereka harapkan. Pemimpin transformasional harus mampu mendefinisikan, mengkomunikasikan dan mengartikulasikan visi organisasi, dan bawahan harus menerima dan mengakui kredibilitas pemimpinnya.

Dengan memahami model atau konsep kepemimpinan, maka seorang pemimpin mempunyai gambaran bagaimana dan apa saja yang harus di lakukan ketika memimpin sebuah organisasi, lembaga dan komunitasnya.



Upaya Restorasi Mangrove Sering Gagal? Ini Sebabnya

Upaya Restorasi Mangrove Sering Gagal? Ini Sebabnya

Hutan mangrove
Hutan mangrove merupakan organ vital bagi masyarakat pesisir. Foto: Anton Bielousov

Indonesia memiliki luas  mangrove sekitar 364.080 hektar. Terdapat tiga jenis mangrove, yaitu mangrove lebat, mangrove sedang, dan mangrove langka. Tujuan pemerintah adalah merestorasi kawasan hutan mangrove  yang jarang.

Hingga 60% kerusakan mangrove disebabkan oleh aktivitas manusia. Sisanya karena faktor alam atau efek tidak langsung dari aktivitas manusia, seperti erosi, kenaikan muka air laut, dan badai yang disebabkan oleh perubahan iklim.

Berbagai upaya untuk melaksanakan restorasi mangrove sering dilakukan. Namun, tidak jarang penanaman kembali gagal. Beberapa penyebab kegagalan restorasi mangrove adalah  kondisi penggunaan lahan dan masalah perubahan fungsi. Selain itu, pemahaman teknis yang masih kurang, terutama tentang persyaratan ekologis mangrove dan awal tumbuh dan berkembangnya mangrove. 

Peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia, yang diperingati setiap tanggal 22 Mei setiap tahun, digunakan sebagai refleksi untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan keanekaragaman hayati Indonesia yang kaya. 

Jaring Nusa,  jaringan organisasi masyarakat sipil di Indonesia Timur, bekerjasama dengan Japesda Association dan Jurusan Biologi Universitas Negeri Gorontalo menyelenggarakan webinar bertajuk “Kerusakan dan Pemulihan” Mangrove, Bagaimana Masa Depan  Pesisir Kita? dan bird watching di kawasan  mangrove Desa Suku Bajo di Torosiaje, Kabupaten Pohuwato. 

Mangrove didefinisikan sebagai vegetasi khas pantai yang dipengaruhi oleh tingkat salinitas tertentu. Sedangkan  mangrove merupakan hutan yang sering tumbuh  pada  lumpur aluvial di sepanjang pantai dan di muara sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. 

Baca: Dampak Sampah Plastik Bagi Lingkungan, Laut, dan Kesehatan 

Menurut peta mangrove nasional yang dirilis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada tahun 2021, total luas mangrove di Indonesia sekitar 3.364,080 hektar. Dari luasan itu, terdapat tiga klasifikasi mangrove sesuai persentase tutupan tajuk, yaitu mangrove lebat, mangrove sedang, dan mangrove jarang. Adapun fokus pemerintah dalam melakukan rehabilitasi kawasan mangrove berada di mangrove dengan kondisi tutupan yang jarang. 

 “Penyebab deforestasi terutama dari kegiatan manusia yaitu mencakup 60 persen luas mangrove yang hilang. Sisanya, disebabkan faktor alami atau dampak tidak langsung dari kegiatan manusia, termasuk erosi, kenaikan permukaan laut, dan badai yang dipicu oleh perubahan iklim,” kata Muhammad Yusuf, Kepala Kelompok Kerja Partisipasi dan Kemitraan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove [BRGM], salah seorang pembicara webinar. 

Menurut dia, ekosistem mangrove berperan vital dalam mitigasi perubahan iklim. “Negaranegara pemilik mangrove didorong melakukan upaya serius, mempertahankan mangrove tersisa dan memulai program restorasi dengan konsisten. 

Abu Bakar Sidik Katili, dosen dan peneliti Jurusan Biologi Universitas Negeri Gorontalo mengatakan, perkembangan mangrove tidak akan berjalan maksimal jika hidrologinya terganggu. Potensi mangrove juga sangat penting terkait perubahan iklim dan pemanasan global. 

“Jasa lingkungan mangrove memiliki potensi yang tinggi untuk menyerap karbon. Bahkan, mangrove dapat menyerap karbon dua kali lebih besar dari pohon yang ada di wilayah terestrial,” jelasnya. 

Berdasarkan penelitian yang  dilakukan rekan-rekannya di kawasan pesisir Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, total nilai kandungan karbon di atas  dan di bawah permukaan  hutan mangrove di kawasan tersebut adalah 65.403,43 kg. 

Jika 1 ton karbon bernilai US$1 pada saat itu sebesar Rp 12.667 [Oktober 2014],  manfaat tambahan mangrove untuk penyimpanan karbon di wilayah tersebut adalah Rp 701.710,64 per hektar. 

Baca:  Perburuan Satwa Liar di Leuser Sangat Meresahkan

Restorasi Mangrove

Berbagai upaya restorasi mangrove sering dilakukan. Namun, tidak jarang gagal dalam menanam. 

Rio Ahmad, direktur Green Forest Organization, mengatakan bahwa dalam konteks restorasi mangrove mengikuti model reboisasi, tingkat keberhasilannya sangat rendah. Sebagai contoh kegagalan, penanaman mangrove di lokasi yang tidak sesuai membuat operasional merugi. 

“Sebagian besar upaya telah dilakukan melalui proyek penghijauan yang sangat, sangat  sederhana, yaitu memaksa bakau tumbuh di tanah yang datar dan berlumpur. Seringkali di bawah permukaan laut, katanya, di mana bakau tidak bisa tumbuh. 

Lebih lanjut, faktor  kegagalan rehabilitasi mangrove berkaitan dengan masalah dan kondisi tata guna lahan. Faktor ini membuat sulit untuk menanam pohon di tempat yang tepat. 

Secara keseluruhan, Rio menjelaskan apa yang penting untuk dipahami, yaitu sejarah kawasan yang akan direstorasi dan keadaan bentang alamnya, apakah itu kawasan mangrove atau bukan. 

"Jenis mangrove  yang digunakan untuk pengembangan di dalam dan  sekitar kawasan restorasi perlu diketahui." 

Ketinggian permukaan setiap jenis mangrove yang sedang berkembang juga harus diperhitungkan serta faktor-faktor yang mengganggu dan menghambat regenerasi alami. Ini semua adalah langkah awal dalam proses rehabilitasi. 

“Kesepakatan masyarakat tidak boleh diabaikan ketika menganalisis pemangku kepentingan, gender, hak guna lahan, serta menilai mangrove dan kebutuhan tenaga kerja,” kata Rio. 

Nur Ain Lapolo, Direktur Asosiasi Japesda, menjelaskan penurunan mangrove di Provinsi Gorontalo. Dia mencatat bahwa mangrove di Cagar Alam Gorontalo telah berkurang sekitar 6070%. 

"Kabupaten Pohuwato merupakan penyumbang utama transformasi mangrove  di Gorontalo. Data tahun 2021 menunjukkan hanya tersisa 7.000 hektar mangrove  di Provinsi Gorontalo," katanya.

Ia menjelaskan, timnya berhasil melaksanakan konservasi mangrove dengan berbasis masyarakat. pendekatan  di desa Torosiaje, sebuah desa suku Bajo di kabupaten Pohuwato.Pendekatan pengelolaan ini melahirkan banyak kegiatan yang berbeda dengan masyarakat. 

Misalnya, pengembangan ekowisata berbasis konservasi bekerjasama dengan kelompok sadar lingkungan dengan mengalokasikan kegiatan wisata seperti penanaman mangrove. 

“Masyarakat dapat memanfaatkan mangrove sebagai sumber pendapatan alternatif. Kami juga memberikan informasi bahwa ekosistem mangrove saling ketergantungan dengan ekosistem lain seperti terumbu karang dan  lamun,” jelasnya.


ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia

Broker Kripto

Tempo Doeloe

Olahan Makanan

Ulasan Film

Keimanan dan Keyakinan

Top Bisnis Online

Tips dan Trik